Market OOH Indonesia 2025: Peluang dan Proyeksi Pertumbuhan Industri Advertising Outdoor

Pasar Out-of-Home (OOH) advertising di Indonesia menunjukkan momentum pertumbuhan yang sangat menarik.

Market OOH Indonesia 2025: Peluang dan Proyeksi Pertumbuhan Industri Advertising Outdoor
Gambar ilustrasi untuk artikel Market OOH Indonesia 2025: Peluang dan Proyeksi Pertumbuhan Industri Advertising Outdoor

Industri Advertising Outdoor Sedang Berkembang Pesat

Pasar Out-of-Home (OOH) advertising di Indonesia menunjukkan momentum pertumbuhan yang sangat menarik. Dengan teknologi digital yang berkembang dan meningkatnya kesadaran brand terhadap effectiveness OOH, industri ini menjadi salah satu sektor advertising yang paling dinamis.

Ukuran dan Proyeksi Pasar

Market size OOH Indonesia diproyeksikan mencapai USD 630 juta pada 2025 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 12% Year-over-Year. Angka ini menunjukkan bahwa OOH bukan hanya sekadar traditional media, tetapi sektor yang terus berkembang dengan investasi signifikan dari para advertiser.

Proyeksi jangka panjang lebih impressive lagi. Pasar OOH Indonesia diperkirakan tumbuh dari USD 354.69 juta pada 2025 menjadi USD 460.44 juta pada 2030, mencerminkan CAGR yang sehat dan konsisten. Pertumbuhan ini didorong oleh transformasi menuju Digital OOH (DOOH) dan meningkatnya adopsi teknologi programmatik yang memungkinkan targeted advertising dengan ROI yang terukur.

Pusat Pertumbuhan Utama

Jakarta mendominasi dengan lebih dari 50% dari total revenue pasar OOH Indonesia. Hal ini didukung oleh traffic yang ekstrem, konsentrasi kantor pusat korporasi, dan inventory premium di area landmark seperti Sudirman dan Thamrin. Namun, pertumbuhan tidak terbatas di Jakarta saja.

Kota-kota besar seperti Surabaya dan Bandung menunjukkan pertumbuhan double-digit, dipicu oleh investasi manufaktur dan kluster universitas yang mendorong consumer spending. Trend ini menunjukkan bahwa opportunities OOH bukan hanya di capital city, tetapi tersebar di berbagai region dengan urban growth yang signifikan.

Shift ke Digital dan Programmatic

Programmatic OOH diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 11.7%, lebih tinggi dari traditional OOH. Format programmatik memungkinkan real-time bidding dan perubahan kreatif dalam hitungan menit, sangat berbeda dengan statics billboards. Ini menjadi pilihan utama untuk brand FMCG dan telekomunikasi yang berorientasi pada performance marketing.

Indoor placements juga berkembang pesat dengan CAGR 8.6%, seiring pertumbuhan ruang mall, rumah sakit, dan kantor di kota-kota besar. Environment indoor memungkinkan audience tracking yang lebih detail, cocok untuk targeting demografis spesifik di sektor healthcare dan BFSI.

Implikasi untuk Bisnis

Pertumbuhan market ini menciptakan multiple opportunities untuk perusahaan OOH yang siap berinovasi. Investment dalam teknologi DOOH dan programmatic infrastructure akan menjadi key differentiator dalam menarik advertiser modern yang mencari performance-driven solutions. Perusahaan yang dapat mengadopsi teknologi terbaru dan memberikan data-driven insights akan memimpin pasar OOH Indonesia di dekade mendatang.

Artikel Terkait

Temukan lebih banyak wawasan tentang industri OOH advertising dan strategi pemasaran outdoor dari EKA PANCA BERSAMA.

Lihat Semua Artikel →